16 Aug 2023

Angklung

Angklung
Gamelan angklung merupakan salah satu jenis musik tradisional dari Bali. Gamelan ini dikenal sebagai gamelan yang dipakai untuk mengiringi upacara Pitra Yadnya atau Ngaben. Umumnya gamelan ini digunakan mengiringi prosesi Ngaben dari rumah sampai dengan proses kremasi di setra/kuburan.
Gamelan angklung menggunakan laras selendro dan tergolong barungan madya yang di bentuk oleh instrument berbilah dan berpencon dari krawang, Di Bali Selatan Gamelan ini hanya menggunakan 4 (empat) nada sedangkan di Bali Utara menggunakan 5 (lima) nada. Berdasarkan konteks penggunaan Gamelan ini serta materi tabuh yang dibawakan angklung dapat dibedakan menjadi:
  • Angklung klasik : Di mainkan untuk mengiringi upacara (tanpa tari-tarian)
  • Angklung kebyar : Di mainkan untuk mengiringi pegelaran tari maupun drama

History


Gamelan Angklung ini konon pada waktu itu hanya dipergunakan saat ada upacara Pitra yadnya. Tetapi karena adanya perkembangan kesenian di Bali Gamelan angklung ini diusulkan agar dapat digunakan dalam upacara Dewa Yadnya maupun Manusa Yadnya. Angklung memiliki karakteristik yang sangat unik dan merupakan salah satu warisan budaya yang didapat secara turun temurun. Hingga kini Gamelan Angklung masih dipelihara dengan baik oleh masyarakat karena erat kaitannya dan selalu dipertunjukkan dan dimainkan dalam upacara keagamaan.

Part


Melihat bentuknya Gamelan Angklung merupakan gamelan yang terdiri dari beberapa aspek yang mewujudkan salah satu bentuk kesempurnaan refertuarnya yaitu adalah sebagai berikut ,atau alat-alat yang menjadi pelengkap dalam barungan gamelan angklung
  • Gangsa angklung adalah suatu instrument yang mempunyai 4(empat) bilah nada yang terdiri dari (neng,ndung,ndang, nding) dengan gaya nada selendro. Salah satu gangsa angklung biasanya bisa langsung berfungsi sebagai pengugal atau pemimpin dalam barungan angklung itu. Instrument gangsa ini biasanya menggunakan alat pukul panggul atau juga panggul gender. Cara memainkannya adalah satu nada di pukul kemudian d tutup sesuai dengan irama yang kita inginkan.
  • Kantialan angklung adalah instrument yang mempunyai 4(empat) bilah nada yang terdiri dari nada (ndeng, ndung,ndang, nding)tetapi dengan nada lebih tinggi dengan gaya selendro. Kantilan ini berfungsi sebagai pemanis dalam permainan atau gending angklung tersebut. Instrument ini juga menggunakan alat pukul panggul atau juga menggunakan panggul gender
  • Jublag angklung adalah instrument yang juga mempunyai 4(empat) bilah nada yang terdiri dari nada(ndeng,ndung,ndang,nding) tetapi nadanya lebih rendah dengan gaya selendro. Jublag ini berfungsi sebagai penandan dalam gending angklung itu sendiri. Insterument ini menggunakan alat pukul panggul tetapi ukurannya lebih besar dan d bawah panggul itu menggunakan karet agar suara jublag terdengar lebih merdu Reong angklung adalah instrument yang berpencon dengan gaya nada selendro dan dimainkan oleh 4(empat) orang pemain atau penabuh. Instrument ini menggunakan alat pukul panggul tetapi panggul itu di lilit dengan benang dengan tujuan agar suara reong tersebut bisa lebih merdu
  • Kendang angklung, biasanya kalau untuk mengiringi upacara kematian kendang angklung yang digunakan adalah kendang yang berukuran kecil karena lagu yang dimainkan adalah lagu ysng bersifat sedih tetapi dalam angklung kebyar biasanya menggunakan kendang yang ukurannya lebih besar karena bentuk lagunya lebih bersemangat dan juga berbentuk kekebyaran. Instrument ini dimainkan oleh 2(dua) orang penabuh. Kalau menggunakan kendang berukuran kecil cara memainkannya hanya memukul bagian samping kanan yang diameternya lebih besar atau mukanya saja, tetapi kalau menggunakan kendang besar cara memainkannya menggunakan 2(dua) tangan dengan memukul bagian samping kendang dengan motif pukulan seperti gegilak, dll 
  • Tawa-tawa angklung merupakan alat sebagai tempo yang membawa lagu itu cepat atau pelan.
  • Kempur angklung merupakan suatu alat untuk menunjukkan lagu itu sudah habis, tetapi kalau angklung kebyar biasanya menggunakan gong, karena jenis lagunya berbentuk kekebyaran.
  • Kecek dan suling yang menjadi bagian dari barungan Gamelan angklung tersebut.
Megenai laras yang dipergunakan pada Gamelan Angklung adalah laras selendro empat nada yang dimaksudkan laras selendro adalah urutan nada-nada yang sama dalam satu oktafnya. Gamelan yang berlaraskan selendro empat nada ada bermacam-macam jenis, namun Gamelan Angklung memiliki karakteristik yang sangat unik dan menarik yang sangat berbeda dengan Gamelan lainnya.


Source: ISI Denpasar